Kamis, 06 September 2012

ACHMAD DEMA ZULIANSYAH (ALMARHUM)

Sudah pernah kutulis bukan, 
"hal-hal yang teramat kubenci didunia ini adalah ditinggalkan pergi oleh orang-orang terkasih".


14 Agustus 2012
Siang itu bulu mata, tak kuasa menahan air mata yang menetes basahi pipi dan akal sehatku. Betapa tidak, rasa tak percaya mengetahui kabar Dema telah pergi.
Ya, Achmad Dema Zuliansyah vokalis Night To Remember telah terbang. Meninggalkan kita semua. Seperti mimpi bukan?
"Abang, mana janjinya, Aku pernah bilang Abang harus kuat dan tetap semangat. Tapi mana?"
Sepertinya tak lama kita baru saja bertemu, kemarin. Tapi nyatanya Tuhan sudah memanggilmu. Terbang Dema, Terbang yang tenang.

Hari setelah kepergian Dema :

Setiap hari telingaku selalu didamai manjakan musik dari Night To Remember demi rasa rinduku kepada Dema. Ketika mendengar merdu suara khasnya. Sepertinya Dema ada didekatku, disini didalam hati.
Mungkin, kalian yang mencintai Almarhum dengan ikhlas, juga merasakan hal yang sama sepertiku?

"Abang, apa kau sudah bertemu Malaikat Bersayap dengan lingkaran bersinar diatas kepalanya belum? Kalau sudah tanyakan, Malaikat apakah saya bisa dihidupkan kembali ?"

Rasa tak percaya itu menghantui kembali. Barisan kudukku tegap merinding. Sebab duka yang mendalam. Merasa kehilangan itu pasti untuk kita, yang menganggap dirimu begitu berharga untuk hilang.

19. Agustus 2012
Lebaran tahun ini, usai Sholat Ied. Kudengar lagi suaramu dipagi yang penuh berkah Tuhan. Kali ini kuresapi benar-benar. Mataku terpejam, aku bernyanyi mengikuti lagu yang kau nyanyikan.

"Abang, sekarang kau pasti tampan juga bersinar dari atas sana mengenakan pakaian koko, sarung, dan peci diatas kepalamu"

Selamat Hari Raya Idul Fitri Dema. Minal Aidzin Wal Faidzin.

Jember. 23 Agustus 2012
Tiba dikota Jember, tempat kelahiran juga terakhirmu. Jalanan setapak kulewati, ziarah menuju makammu.



Bersimpuh. Tangis serta doa menziarahi makam. Tidak bisa dipercaya, sungguh. Dihadapanku sekarang adalah seorang Dema yang telah tidur, tidur untuk selama-lamanya.
Kutabur bunga sebagai wewangi aromamu. Kusiram air supaya sejuk dinginnya selalu menemanimu disana.

31 Agustus 2012
Sudahlah. Dema itu orang baik, aku yakin dia berada di tempat terbaik diatas sana bersama Tuhan yang memeluknya dengan kasih. Karena orang baik pasti akan selalu dapat yang terbaik.




"Nyanyikan alunan suara merdu serta dentingkan nada terindah pianomu dari atas sana, untukku dan juga kita semua"
Selamat tinggal Dema, semoga hangat selalu memelukmu di Soerga sana"






Surabaya. 31 Agusutus 2012
F. Agus Tiono