Dengan malam kuberkawan
saat kau terlelap terhanyut mimpimu
kutetap bertahan menahan pedihku,
hanya seorang tanpa apa apa hingga pagi tiba
dan kau ka mengerti bahwa ku inginkan dirimu...
Sekejap saja aku ingin menyanyikan lagu ini, sebuah lagu yang kali pertama dia ciptakan,
juga dinyanyikannya. Ya, dia
Achmad Dema Juliansyah.
Aku hafal betul dengan suara khas yang bisa kuingat sampai ubun-ubun. Apalagi saat menatap langsung mimik wajahnya. Serupa sungai :hanyut tanpa pedulikan cadas bebatuan kali.Bebas, tenang, menghadiahkan damai.
Ah, rasanya jika saat itu Dema disini, cepat-cepat kan ku tarik dia dari selimut lelapnya.
Lalu, bernyanyilah kita bersama tanpa peduli bebatuan kali.
Barang kali hanya beginilah, caraku sendiri menjabarkan rasa rindu nan menguap kepada sang idola.
Menulis sajak saat pagi-pagi basah, yang masih di raup embun.
Sidoarjo. 25 April 2012
F. Agus Tiono

0 komentar:
Posting Komentar