Selasa, 15 April 2014 - 0 komentar

BIP 26 Maret 2014 03:21 "SENYUM KECIL DI TIDURMU"

Sekonyong-konyong kornea rabunku ini menyorot sebuah benda indah diatas langit, suatu obyek bercahaya benderang. 
Pukul O2:24 ternyata bulan menyabit kerlingi bumi, tak ubahnya Pagi semakin menjadi-jadi dengan sepinya. Bahkan sepoi angin tak sayup terdengar. 
Meski tak begitu dingin, ku kucep lagi bibir cangkir berisi pekat kopiku yang tinggal separuh. Menikmati sunyi diujung pagi. Teman setiaku hanya sebatang rokok yang setiap saat, rela diapit kedua jariku.

Spontan, hatiku bergumam. "Ah, aku muak! Saat-saat seperti inilah yang membuatku terpojok disudut kerinduan" Bersamaan dengan kepulan asap rokok, berhembus dari mulutku. 
Pikiranku menggenang, dipenuhi ingatan tentang orang terkasih. 

Kasih, sedang apa kau dikejauhan sana?
Apa kau sedang tersenyum? Ah iya kau sedang tersenyum kecil dilelapi pulas tidurmu.  
Oh kalau sudah begitu aku tak berani lagi lama-lama menuangmu kedalam coretan ini. 
Aku takut mengganggu. 
Aku tak rela kau terbangun hanya karena pikiranku sedang labil, yang seenaknya saja bermain dengan kalimat-kalimat sendu untukmu.

0 komentar:

Posting Komentar