Melihat ayu wajahmu yang tertangkap lelembar kertas. Memandang rindu senyuman yang selalu menjadi keyakinanku untuk tetap duduk menanti pada seuntai bibir merah melambai, juga sepasang matamu yang terus menatap laju pandangku. Nan memaksaku jatuh di lembah indahmu.
Namun, sebentar saja hening mampir. Semenit, dua menit menakuti dengan menggodanya. Barangkali takut telah menjelmaku. Akankah album photo kita nanti selalu kita pandang tiap waktu, bahkan ketika senja telah terbang. Yang menjadikannya hanya sekeranjang album-album kenangan tua :ketika kau telah menemukan album-album barumu.
Dan aku disini bergelimbang senyum tangis. Dan berkata
"Pergilah, sayang..."
Lalu jadilah aku, seorang lelaki yang benar-benar gila karena sebuah kenangan bersamamu, bersamamu.
Sidoarjo. 24 Maret 2012 / 16:06
F. Agus Tiono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar