Selasa, 17 April 2012

kasmaran

Kau,
selalu membayangi tiap memalamku.
Senyummu  teduh, seolah-olah bagai sepoi angin.
Wangimu bak seharum bunga mawar.
Sang rembulan yang selalu mengingatkan ku kepadamu.
"ohh, inikah namanya kasmaran ?" 
Semuanya ada tentang kamu  kamu
kamu
kamu
dan kamu!
Sungguh ingin rasanya kelak,  kau akan jadi milikku.



Puisi peranakan pertamaku untuk si wanita hijau



F. Agus Tiono
8 Januari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar