Kau,
selalu membayangi tiap memalamku.
Senyummu teduh, seolah-olah bagai sepoi angin.
Wangimu bak seharum bunga mawar.
Sang rembulan yang selalu mengingatkan ku kepadamu.
"ohh, inikah namanya kasmaran ?"
Semuanya ada tentang kamu kamu
kamu
kamu
dan kamu!
Sungguh ingin rasanya kelak, kau akan jadi milikku.
Puisi peranakan pertamaku untuk si wanita hijau
F. Agus Tiono
8 Januari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar