Nafasku Menjadi Doa Yang Dimunadzatkan Hanya Kepadamu
Hampir aku tak bisa menulis lagi.Menghiasi lelembar kertas dengan coretanku.
Memang
benar hanya lewat engkau ku bisa dapatkan imajinasi ataupun inspirasi.
Meskipun ku korek-korek otak Mencari secuil katakata duhai.
Namun semua
percuma.
Percuma tanpa adanya bayang jiwamu.
Kasih, Kau dengar
bisikku?
Dan aku pun bingung untuk siapa aku menulis.
Karena Aku tak lagi
pernah merasa cinta, Hanya kagum semata terhadap sosok wanita.
Driyorejo, Gresik. 19 Juli 2011
F. Agus Tiono
Terus menulis.. kembangkan bakatmu..
BalasHapus:) Terima kasih
BalasHapus