Aku jadi ingat, tentang pesan-pesan kecil yang saling bersahutan beberapa bulan lalu.
Kau dan aku saling bermain kalimat-kalimat syahdu. Meski sesekali aku bubuhi beberapa canda tawa, supaya tak membosankan.
Berucap manis saling kita lontarkan satu sama lain. Sekedar mengingatkan untuk sarapan di sepotong pagi, atau mengucapkan salam hangat ketika kau akan beranjak lelapi dingin malam.
Seperti sepasang kasih mengasih
Padahal kita tak ubahnya pecundang menyebut semua itu dengan cinta.
Bodoh. Entah siapa diantara kita berdua ini yang berperan sebagai orang dungu.
Yang jelas kita sama-sama enggan untuk saling meyakini perasaan sendiri-sendiri.
;Aku Pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar