Selasa, 15 April 2014

"PAGAR RUMAH"



Andai saja aku bisa jadi pagar rumahmu. 
Iya, pagar rumah. Yang selalu bisa menatap bisu pada saat kau akan pergi sekolah dan setia menyambutmu dalam diam ketika kembali pulang.
Sangat mengasikkan, bukan? 
Kalau sudah begitu, aku tak punya lagi alasan untuk menyimpan rasa rindu yang berkubang.
tak apa-apa, sekalipun aku menjadi benda mati yang seenaknya kau tarik-tarik supaya bisa keluar masuk, asalkan aku bisa menjumpaimu setiap saat. 
Entahlah aku ini bodoh, sehingga aku pun rela untuk menjadi benda mati. 
Ah sudahlah, bukankah orang tulus itu tak pernah  mengharapkan apa-apa? Yang dia tau, dia sudah merasa ikut bahagia saja pada saat orang tersayangnya masih bisa tersenyum semringah.
Miris sekali, bukan? 






F. Agus Tiono
12 Februari 2014 01:59

Tidak ada komentar:

Posting Komentar