Maka kutulis sajak ini untukmu :
Aku selalu membayangkan,
kita rebah dalam dingin yang jalang melihat bulan bersamamu.
Aku selalu membayangkan,
kau bahagia dalam mimpi yang mesti bukan untukku.
Duhai jalang malam-malam yang tak kunjung hujan.
Angin menghapus bara mataku yang sembab karena kesedihan asa
yang mesti patah, sebab cinta sering terlambat datang.
Dan kenyataannya,
kau tak pernah memilihku.
Duh kasih terkasih-kasih
layla dalam angan tentang majnun
lelaki yang diracun duka tualang.
Aku selalu membayangkan,
kau bahagia dalam mimpi yang mesti bukan untukku.
Duhai jalang malam-malam yang tak kunjung hujan.
Angin menghapus bara mataku yang sembab karena kesedihan asa
yang mesti patah, sebab cinta sering terlambat datang.
Dan kenyataannya,
kau tak pernah memilihku.
Duh kasih terkasih-kasih
layla dalam angan tentang majnun
lelaki yang diracun duka tualang.
Tuhan tak berencana menyatukan Cinta yang bukan dalam ikatan pita-pita takdir.
Sudah tidurkah kau sayang?
ini sajak mesti mendayu-ndayu merayumu
:perempuan yang muskil ku dapatkan.
:perempuan yang muskil ku dapatkan.
2011
F. Agus Tiono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar