Selasa, 15 April 2014

BIP 28 Maret 2014 "MERINDU"

02:00 Detak jam dinding yang kulihat. Kosong pikiranku, mengambang-ngambang di ujung gelisah. Bosan. Aku bilang jenuh menyelimuti kepala.
Dinding-dinding sepertinya puas menertawai dalam diam. Seakan berbisik dengan renung pelita. 
Seolah ruang berpetak ini mengutukku. 
Akhirnya aku putuskan untuk keluar menikmati semilir angin malam. Benar saja, alam terbuka memang tempat yang paling nyaman. Dinginnya segarkan lagi pikiranku. 
Dan pada akhirnya sama seperti biasanya, bayanganmu datang begitu saja. 
Bibirku mulai mengembang senyum mengetahui hal ini terjadi lagi ;Tak berkesudahan. 

Hai sedang apa kau?
Apa kau sudah bangun, subuh-subuh begini?
Yang jelas aku tak tahu. Aku bukan orang sakti ataupun Tuhan. hanya sebatas pria biasa yang bodoh merindukanmu.
Kasih, lantas aku harus bagaimana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar