Minggu, 13 Mei 2012 - 0 komentar

2007

Tahun 2007 masih menjadi tahun yang teramat di kenang. Sampai sekarang masih teringat jelas saat-saat indahnya. Nama Chandra Dwi Eiera Prayogo adalah salah satu hal yang membuatku selalu mengingat tahun itu. Betapa tidak. Dia adalah cinta pertamaku  ketika aku masih duduk di ruang kelas X-5 SMAN 1 Taman. Apalagi beberapa hari yang lalu aku sempat singgah ke beranda rumahnya, sekedar untuk menghilangkan pusa lelangutku kepada dia. Chandra. Ah, cantikmu masih saja terlihat di kornea rabunku. Sungguh can, kau memang cantik. Ayu wajahmu tak mengalahkan kecantikan hatimu, yang buatku jatuh cinta padamu. Tapi sialnya kau bukan milikku lagi .
Kala aku mengingat saat kapan kita pernah menjalin pita-pita cinta, aku selalu merasa lelaki paling bodoh di dunia. Kenapa aku pernah meludahimu? Mengapa juga aku pernah menembuskan peluru duri ke hatimu. Yang mungkin sampai saat ini, luka itu masih terasa. Dan bahkan mungkin kau tak berniat untuk menjahitnya, sebab tak ingin ada bekas lagi yang begitu nampak.

Maafkan aku
Maafkan aku, sayang.
Maafkan aku yang dulu.
Sekarang seperti inilah aku.
Menyeringai lambaian sapu tangan,
Mengilhami kepergianmu.
Dalam hati yang duka.


Sudahlah. Tuhan yang tahu betapa tulus cinta ini pada wanita tersayang.
Aku mencintaimu, seperti dulu kau pernah mencintaiku.







Sidoarjo. 7 Januari 2012
F. Agus Tiono

0 komentar:

Posting Komentar