Minggu, 10 November 2013 -
Surat cinta
0
komentar
Surat cinta
0
komentar
TERUNTUK, CHARMA JUINDA
Entah apa yang membuatku sampai menuliskanmu disini.
Yang pasti setiap malam aku selalu setia menjumpaimu dalam angan, harap akan pertemuan. Tulus meniduri waktu agar dapat menatap wajah ayumu meski dari kejauhan sana, lewat sebuah layar kaca.
Damai kurasa ketika telah bisa melihat senyum yang malu-malu itu, seolah mengendap-endap di batin.
Mengutuk dengan alaminya, menjadi sebuah patung diam bernaluri kagum.
Tak bisa beranjak, menyuruhku diam supaya dapat merekam setiap ekspresi wajah ayu itu diotak kecilku, sebagai mimpi indah dalam tidur.
Juga penghangat, pengganti selimutku
Tubuh indah menjulang tinggi berlapis lembut kulit putih, serupa kepompong sutera yang siap dipanen.
Ah, mungkin seperti itulah penghuni khayangan. Auranya tak diragukan lagi, sanggup membuai takjub seorang penulis musiman biasa seperti diriku.
Dan rupanya aku tak patut berharap lebih, hanya dengan beginilah cara menjabarkan rasa kekagumanku padamu, Charma Juinda
Gadis ayu dikejauhan sana.
Langganan:
Komentar (Atom)
