Kamis, 19 Juli 2012 - 0 komentar

Pagi Yang Ranum / 4.5.2012

Gerimis mengetik-ngetik genting rumah dan mengantarkanku pada pagi yang ranum.
Jumat ini adalah tugas hujan untuk mengindahkan pagi, bukan lagi embun ataupun kabut tipis. Matahari,
masih malu-malu memamerkan baswaranya. Aku bisa melihat padi yang semakin hijau terbalut basah
juga kudengar perincit mulai berkicau sesekali mereka lompat dari ranting ke ranting lain. Menari kecil seakan tahu rerintik pagi ini adalah berkah bagi semua ciptaan sang Gusti. Ya, hujan kali adalah hadiah dari Tuhan. Terutama untuk kalian yang bersedih.
Ayolah, hujan sudah cukup untuk mengungkap kebasahan. Jadi kalian tak perlu menangis lagi.
Tersenyumlah untuk pagi ini, mengucap syukur atas nikmat kuasa Tuhan.
Pejamkan matamu, nikmati rerintik dari hati. Rasakan bayu pagi yang membius damai.

Tapi, jika kalian tak bisa melakukan hal itu, datanglah padaku.
Aku bisa mengajari kalian cara bersyukur, menikmati dan merasakan berkah dari tuhan.




Terimakasih Tuhan, kau telah mengirimkan hujan untuk aku, kamu, kalian, dan semua yang indah di pagi yang ranum.

0 komentar:

Posting Komentar