Malam tadi sepertinya malaikat tiap waktu selalu mendampingiku, menepukkan tangan baswaranya kepundakku seolah menyemangati.
Mataku masih menganga mengutuki kantuk.
Ya. Semangatku begitu membeluak sampai-sampai aku lupa dengan kata lelah.
Sangat menikmati sekali nikmat Gusti yang telah dititiskan kepadaku. Bersyukur, hidup memang seyogyanya seperti ini, indah jika kita membuang rasa keluh kesah, menanam syukur sedalam mungkin.
Sekitar pukul ayam berkokok, adzan subuh bersua damai memanggih di telinga, perintahkan aku untuk manjadi seorang lelaki yang tampan serta wangi khas soerga.
Bersimpuh sujud menyukuri setiap kejadian yang telah kunjung lewat, mengemis ridho untuk segala sekenario-sekenarioMu kedepannya.
Tiba-tiba saja aku ingat seorang wanita terkasih yang masih menjadi peran utama di pelataran hatiku.
Kedua tanganku mulai mengadah memohon tulus dalam doa untuk seorang terkasih, Aprill Lia Somantri.
Bibir mengepul mengucap namamu di tiap kalimat-kalimat doa.
Duh Gusti, gadis ini benar-benar permaysuri ciptaanMu yang membuatku gila untuk kesekian kalinya.
Ayu wajah dipayungi helaian rambut indah, bisa kugambarkan dengan gampangnya dikepala.
Lalu tentang Gaya bicaranya, bisa kuhapal, juga senyum kecil yang pernah dilemparkannya kepadaku, sayup-sayup makin membusai harap supaya lebih dalam lagi untuk merindu.
perempuanku, apa kau tahu saat ini aku sedang menjemputmu dalam doa?
"Aku mencintaimu karena Tuhan"
Dan doa pun diakhiri!
0 komentar:
Posting Komentar