Akhirnya selasa awal Bulan April ini, jadi pelunasan kalimat-kalimat yang selama ini bergeliat di sanubari. Berduru-duru penantian yang tak pernah menginginkan hasil.
Berbondong-bondong tanya yang tak pernah juga berharap akan datangnya seuntai jawaban.
;Maka kutulis puisi ini untuk mengucapkan selamat, selamat ulang tahun.
Berbondong-bondong tanya yang tak pernah juga berharap akan datangnya seuntai jawaban.
;Maka kutulis puisi ini untuk mengucapkan selamat, selamat ulang tahun.
Kepada A
Aku mencarimu dalam insomnia
Awan mendung baca hujan dan sebuah kau
Rambutmu yang panjang tergerai
Dan sepasang mata letih
Perempuan, bila rayu adalah kau
Maka mengingat kau adalah laut yang tak ku mengerti
Seandainya kau tahu, betapa aku ingin singgah
Untukmu saja, tanpa perlu menghilang
Meski takut mencubit punggungku dengan dingin,
Dengan kesepian dan pertanyaan
Mengapa selalu ada mendung dimatamu.
A, merinduimu adalah jalan panjang tanpa ujung, dan penuh gelap diatap-atapnya
Juga sebuah peta (yang mungkin) ke hatimu.
Bukankah kau tahu aku selalu ingin kesana berdua ;Untukmu saja tanpa perlu berdebat dengan takut, atau gambar-gambar masa silam di tembok kamar.
Perempuan, bisakah kita berdua saja membicarakan kebisuan kabut
Atau mempertanyakan tidur putih ilalang
O, perempuan dalam kenang jumpa silam.
Bisakah kita kembali mengenali hujan dengan basah ditubuhmu - tubuhku
Agar tubuhku - tubuhmu letih meninggalkan insomnia
Menggamit lenganmu dan kembali menghilang.
Perempuan, apa aku pembual yang menyedihkan?
Tak ada penjelasan, tak perlu dijelaskan.
Selamat Ulang Tahun, A.
0 komentar:
Posting Komentar