sebuah lagu dari peterpan (tentang kita) mengawali tulisan ini. Mendendangkan hati yang terlanjur diselimuti rindu akan sosok wanita indah nan jauh disana. Berbondong rasa yang sudah tak bisa dijabarkan. Hanya fantasi yang bisa aku ajak main seolah kau ada disampingku.
Oh kasih...
Cinta memang begitu nista. Sepenggal kalimat pun tak mampu menjabarkan rasa rindu kepadamu yang menjadi abdi. Akankah waktu dapat mengantarkan kita ke dalam goa yang panjang dan mentari menjadi penerang kita diantara sela-sela goa? Dan mungkin kita bisa melewati goa yang panjang itu atas pita-pita cinta yang terikat.
Oh kenapa kau tega mengutukku Dewi cinta?
Sekonyong-konyong aku pun pasrah terhadap apa yang ditakdirkan oleh Sang Raja semesta. Karena hidup adalah sebuah anugerahNya yang sunnguh nikmat, sekalipun pahit yang terasa.
Karena dalam kepahitan akan timbul berasa manis diakhirnya.
Terimakasih Tuhan.
Rabu, 16 Mei 2012 -
Lianda Dewi Sartika
0
komentar
Lianda Dewi Sartika
0
komentar
17 September 2011 (Dia Dan Tuhan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar