Sang raja siang beranjak ke peraduannya, menuju
singgasana yang jauh disana. Sebentar lagi Dewi malam pun datang untuk
binari malam. Dengan terangnya mengindahkan gelap. Lalu bebintang serta
tuk menghias. Dan sekarang senja telah bisa aku nikmati. Semilir bayu
sore menerkam kulit ari. Damai. Ditambah dengan suara lelayangan bunyi,
bak suara-suara surgawi yang mendesis di selubung telinga. Oh, nikmat
kuasa Tuhan. sungguh tak ada yang sebanding mahaNya. Malam menjadi-jadi
dengan sepinya. Dimana aku merenung, mengilhami betul hidup. Tak lama
tetesan bening jatuh dari kedua kelopak mata yang terlanjur sendu. Oleh
sebab penyesalan" Andai saja Dia Almarhum (Yang teramat ingin aku
berjumpa) masih Tersenyum di bumi pertiwi ini. "Perasaan tak kuasa
membendung duka. Padahal keyakinanku telah mantap untuk tidak meneteskan
kebasahan. Tapi bukankah Laki-laki adalah seorang manusia juga? Ah,
ditambah roda kehidupan ini. Semakin tak kuasa saja pada keputusasaan.
Tapi mengapa harus seperti ini, Toh hidup hanya sebentar. Maka hidup
yang tersisa ini sebaiknya biarkan saja berjalan seperti apa yang
sudahdi isyaratkan Tuhan.
Atas kerinduanku terhadap masa lampau, Orang-orang terkasih, Dia Almarhum (Yang teramat ingin aku berjumpa) Dan semua keindahan yang ada pada kehidupanku.
Atas kerinduanku terhadap masa lampau, Orang-orang terkasih, Dia Almarhum (Yang teramat ingin aku berjumpa) Dan semua keindahan yang ada pada kehidupanku.
kalimat kecilku untuk kalian yang membaca catatan ini :
" Untuk kalian yang pernah ditinggalkan orang-orang terkasih dan juga masa lalu kalian yang begitu indah. Sekarang yang harus kalian lakukan adalah, tetaplah tersenyum menikmati hidup ini dan mensyukurinya. Percayalah. Suatu saat nanti masa lalu yang indah itu akan datang lagi di masa depan kalian nanti.Jadi tetaplah tersenyum, tersenyum dan tersenyum :) "
![]() |
Dalam lelangutku, Sidoarjo September 2011
F. Agus Tiono

0 komentar:
Posting Komentar