Sejarah mencatat. Cinta bukan hanya selembar selaput dan
darah yg keluar pagi-pagi. sebab aku menulis sejarahku sendiri. Sebab
cinta itu cinta. Aku adalah
Si Jalang yang tak pernah tidur sore. Sebab Aku tak lagi punya rumah. Mereka bilang aku Anak Hilang . Sedangkan Aku tak pernah peduli,
menangis, atau menyesali. Sebab Aku telah lupa bagaimana cara menangis.
APA AKU TAK LAGI PUNYA HATI ?
APA AKU TAK LAGI PUNYA HATI ?
Dari kelembutan hijaumu. Dan gambar diam yang menemani setiap Malamku, maka ku temukan diriku. Pria malang yang belajar mengenal " APA ITU HATI
". Mey , sejarah boleh
mencatat bila kelembutan mahkota dan kehormatan adalah segalanya. Tapi Aku menulis sejarahku sendiri . Dan bagiku cinta lebih mulia dari
apapun.
Mey , cinta itu keagungan rasa yang dianugerahkan oleh Tuhan pada setiap manusia . Mungkin karena itu Aku selalu menghargai nya. Sehingga keputusanmu
adalah segala-galanya. Kalau keputusan itu adalah kebahagiaanmu. Maka
lakukan. Kejar , Mey kejar cinta yang membuatmu bahagia. Sebab senyummu
adalah segala-galanya. Sekalipun paling tidak untukku sendiri. Sekalipun kau telah berlabuh pada sebuah dermaga yang tak mungkin kau
tinggalkan. Tak apa , Mey. Cinta itu pembebasan.
Sudahlah! Kupikir Kita sama-sama sudah dewasa untuk menerima kenyataan. Maka melangkah saja. Tanpa luka, tanpa tangis dan penyesalan.
Sudahlah! Kupikir Kita sama-sama sudah dewasa untuk menerima kenyataan. Maka melangkah saja. Tanpa luka, tanpa tangis dan penyesalan.
Salam hangat , Mey.
Semoga kehangatan selalu memelukmu.Surabaya , 7 Februari 2011 / 03:15
F. Agus Tiono
0 komentar:
Posting Komentar