Sabtu, 12 Mei 2012 - 0 komentar

Sejarah Mencatatmu

Sejarah mencatat. Cinta bukan hanya selembar selaput dan darah yg keluar pagi-pagi. sebab aku menulis sejarahku sendiri. Sebab cinta itu cinta. Aku adalah Si Jalang yang tak pernah tidur sore. Sebab Aku tak lagi punya rumah. Mereka bilang aku Anak Hilang . Sedangkan Aku tak pernah peduli, menangis, atau menyesali. Sebab Aku telah  lupa bagaimana cara menangis.
APA AKU TAK LAGI PUNYA HATI ?
          Dari kelembutan hijaumu. Dan gambar diam yang menemani setiap Malamku,  maka ku temukan  diriku. Pria malang yang belajar mengenal " APA ITU HATI ". Mey , sejarah boleh mencatat bila kelembutan mahkota dan kehormatan adalah segalanya. Tapi Aku menulis sejarahku sendiri . Dan bagiku cinta lebih mulia dari apapun.
Mey , cinta itu keagungan  rasa yang dianugerahkan oleh Tuhan pada setiap manusia . Mungkin karena itu Aku selalu menghargai nya. Sehingga keputusanmu adalah segala-galanya. Kalau keputusan itu adalah kebahagiaanmu. Maka lakukan. Kejar , Mey kejar cinta yang membuatmu bahagia. Sebab senyummu adalah segala-galanya. Sekalipun paling tidak  untukku sendiri. Sekalipun kau telah berlabuh pada sebuah dermaga yang tak mungkin kau tinggalkan. Tak apa , Mey. Cinta itu pembebasan.
Sudahlah! Kupikir Kita sama-sama sudah dewasa untuk menerima kenyataan. Maka melangkah saja. Tanpa luka, tanpa tangis dan penyesalan.

Salam hangat , Mey.
Semoga kehangatan selalu memelukmu.









Surabaya , 7 Februari 2011  / 03:15
F. Agus Tiono

0 komentar:

Posting Komentar