Kamis, 17 Mei 2012 - 0 komentar

24 September 2011 (GSS Smanita II)

   Hari yang tak pernah terlupakan. Sesuatu hal yang selama ini hanya jadi angan akhirnya nyata menghibur lara dan rindu. Sabtu ini aku bisa bertemu dengan Lianda Dewi Sartika , wanita yang begitu ku sayang. Dan sekarang aku terbawa atas ingatan indah di jam-jam sebelum  aku mengadu ke buku ku. Damai. Itu yang terasa. Duduk berdua bersama memey lalu bercerita  tentang hidup kita masing-masing merupakan suguhan dari Tuhan yang teramat nikmat Untuk aku  seorang lelaki yang terlanjur cinta kepada wanita nan dipuja.
   Berat memang ketika waktu pula yang menyudahi jumpa kami. Padahal tak bosan-bosan ku pandang putih mulus wajahnya
:membusai kagumku. Dan ketika aku rebah di kasur lelap, sejenak aku mengucap keluh cinta. "memey, kapan kau merasakan cintaku di hatimu?" mungkin saat ini engkau belum merasakan apa yang aku rasa. Namun aku tetap melalui ini semua dengan mengalir apa adanya.
Dan berduru-duru harap suatu saat entah kapan, seorang Lianda Dewi Sartika telah bisa mencintaiku setulus hati seperti aku mencintainya.

0 komentar:

Posting Komentar